Bagi enam peserta jenjang Utama, kabar itu membawa perasaan yang berbeda.
Kami berenam [Abdul Hadi, Didik Ardiansyah, Syawaluddin, Masluddin, Jalal, dan Arman] dinyatakan lulus dan kompeten sebagai Wartawan Utama.
Ada bahagia.
Ada lega.
Ada haru.
Dan ada kesunyian sesaat setelah ketegangan panjang akhirnya berakhir.
Sebab kami tahu, hasil itu tidak datang begitu saja.
Ada proses yang melelahkan di belakangnya.
Ada waktu yang dikejar.
Ada koreksi yang diterima.
Ada rasa gugup.
Ada tekanan.
Dan ada dua hari ketika kami harus kembali bertanya kepada diri sendiri:
Benarkah kami layak menyandang predikat Wartawan Utama?
Kini jawabannya sudah kami dapatkan.
Terima Kasih, Pak Refa Riana
SETELAH semua selesai, ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada penguji yang selama dua hari membuat kami harus bekerja lebih keras.
Terima kasih, Pak Refa Riana.
Mungkin pada awalnya kami mengenal Anda sebagai penguji yang keras.
Tegas.
Tidak mudah memberi kelonggaran.
Tetapi setelah melewati seluruh proses, saya melihat ketegasan itu dari sudut yang berbeda.
Bukan untuk menjatuhkan.
Melainkan untuk menempa.
Bukan untuk mempermalukan.
Melainkan untuk mengingatkan.
Bahwa menjadi wartawan tidak boleh setengah hati.
Bahwa setiap berita membawa konsekuensi.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















