Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

“Petani tidak melihat pembangunan dari besarnya nilai kontrak. Mereka melihatnya dari air yang sampai ke sawah, padi yang tumbuh, dan hasil panen yang bisa menghidupi keluarga.”

[Saipudin. Kepala Dusun Gampong Julok Cut]

  • Rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Julok Cut seluas 451 hektare memberi arti penting bagi petani di Kecamatan Julok, Aceh Timur. Bagi mereka, keberhasilan proyek tidak semata dilihat dari beton, saluran, atau nilai kontrak, melainkan dari satu hal sederhana: apakah air benar-benar sampai ke sawah.
BACA JUGA...  RUMAH SAKIT DI TENGAH LUMPUR

PAGI bagi petani di Julok Cut selalu memiliki cerita yang sama: sawah, air, tanaman padi, dan harapan akan panen.

Di antara petak-petak persawahan yang membentang, air menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan petani.

Tanpa air, sawah hanya menjadi hamparan tanah yang menunggu hujan. Dengan air yang cukup, tanah bisa diolah, benih ditanam, padi tumbuh, dan roda kehidupan keluarga petani kembali bergerak.

BACA JUGA...  Stadium General LK-1 HMI Universitas Paramadina Jakarta 

Itulah sebabnya rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Julok Cut di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, bukan sekadar pekerjaan konstruksi.

Bagi masyarakat, terutama petani, saluran irigasi adalah urat nadi yang membawa air menuju lahan pertanian.