Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Publik perlu mengetahui siapa pemegang kontrak utama, siapa pelaksana di lapangan, bagian pekerjaan apa yang dilaksanakan, serta bagaimana nilai pekerjaan tersebut ditempatkan dalam keseluruhan paket.

Bukan untuk membangun prasangka.

Melainkan untuk memastikan bahwa proyek yang menggunakan uang negara dapat dibaca secara terbuka.

Petani Tidak Menghitung Nilai Kontrak

BACA JUGA...  DAS TAMIANG; KETIKA HUTAN PERGI, AIR DATANG TANPA AMPUN

BAGI masyarakat, angka puluhan miliar rupiah bukan ukuran utama untuk menilai apakah sebuah proyek berhasil.

Petani memiliki ukuran sendiri.

Mereka melihat apakah air mengalir.

Apakah air sampai ke petak sawah yang jauh dari sumber.

Apakah masa tanam menjadi lebih teratur.

Dan pada akhirnya, apakah panen memberikan hasil yang lebih baik.

BACA JUGA...  Apa itu Vaksin Covid-19 dan Kenali Manfaatnya

Saipudin melihat perubahan itu dari dekat.

Ia menyebut rehabilitasi jaringan irigasi telah memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama petani yang selama ini membutuhkan pasokan air untuk mengelola lahan.

“Kami berterima kasih karena adanya perbaikan jaringan irigasi ini sangat membantu masyarakat, khususnya para petani. Air untuk persawahan menjadi lebih terbantu.”

Kalimat itu terdengar sederhana.

BACA JUGA...  Pertarungan Dinamika Politik Aceh Besar: Empat Kandidat Bupati Siap Rebutkan Kursi

Namun bagi masyarakat yang hidup dari sawah, air yang mengalir tepat waktu dapat berarti banyak hal.