[Danrem 011/Lilawangsa. Brigjen TNI Ali Imran]
“Prioritas utama kami adalah menghubungkan antardesa dan antarkecamatan agar roda ekonomi berjalan kembali dan anak-anak tidak perlu lagi menyeberangi arus sungai menggunakan rakit atau tali untuk pergi ke sekolah.”
- Dari jembatan Bailey hingga sumur bor, TNI AD mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. Di balik target ribuan infrastruktur, ada desa-desa yang menunggu kembali terhubung, anak-anak yang ingin bersekolah tanpa menantang arus sungai, dan warga yang berharap roda ekonomi segera berputar.
Hujan bukan hanya menyisakan lumpur di sejumlah wilayah Aceh. Di beberapa tempat, air bah dan longsor turut memutus jalan, merobohkan jembatan, mengganggu distribusi logistik, hingga mengisolasi permukiman.
Ketika sebuah jembatan putus, yang hilang bukan sekadar bentangan beton atau rangka baja. Bagi masyarakat desa, jembatan adalah jalan menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, tempat kerja, dan kehidupan sehari-hari.
Di tengah kondisi itu, pekerjaan pemulihan terus dikebut. TNI Angkatan Darat melalui satuan kewilayahannya ikut mengambil bagian dalam pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyebut pekerjaan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab teritorial sekaligus upaya kemanusiaan untuk mengembalikan konektivitas masyarakat.




