Namun, pekerjaan tetap harus berjalan.
Melalui Karya Bakti TNI dalam skala besar, jajaran TNI AD mengerjakan berbagai program pemulihan dan pembangunan.
Program itu mencakup pembangunan Jembatan Garuda, program TNI AD Manunggal Air untuk penyediaan air bersih dan kebutuhan persawahan, rehabilitasi sekolah, panti asuhan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program Wam Pillamo, penguatan ketahanan pangan, pencegahan stunting, serta penghijauan melalui gerakan Bersatu dengan Alam.
Di Aceh Utara, salah satu target yang harus dikejar adalah pembangunan 140 jembatan pascabencana.
Ali Imran mengatakan, sekitar 45 jembatan dengan berbagai tipe telah rampung dikerjakan oleh Kodim 0103/Aceh Utara.
Pembangunan jembatan lainnya masih berlangsung dan ditargetkan dapat diselesaikan pada Agustus 2026.
“Pemerintah memberikan target pembangunan sebanyak 140 jembatan pascabencana di wilayah Aceh Utara. Saat ini, sekitar 45 jembatan berbagai tipe telah rampung 100 persen dikerjakan Kodim 0103/Aceh Utara. Sementara sisanya sedang dikebut agar selesai pada Agustus ini,” ujarnya.
Target itu merupakan bagian dari agenda pembangunan jembatan pascabencana dalam skala yang lebih luas.
Secara nasional, TNI AD menargetkan pembangunan sekitar 5.000 jembatan hingga akhir 2026. Sementara itu, untuk target jangka pendek hingga 17 Agustus 2026, sekitar 2.500 jembatan ditargetkan rampung di seluruh Indonesia.




