“Lalu lintas lancar, efek dominonya akan mempercepat arus dari luar Aceh dan masuk ke Aceh. Tentu saja kami berharap peningkatan jalan nasional terus dilakukan agar menciptakan stabilitas di lintas sektor,”
[Ismail,SE.I. Wakil Bupati Aceh Tamiang].
- Aspal baru di lintas timur Aceh bukan hanya menghapus lubang, tetapi membuka kembali ruang gerak masyarakat, perdagangan, dan transportasi dari Peureulak hingga perbatasan Sumatera Utara
PERJALANAN YANG TAK LAGI MENEGANGKAN
ADA rasa lega yang sulit dihitung ketika kendaraan melaju di atas jalan yang rata.
Tidak ada lagi lubang yang mendadak memaksa pengemudi menginjak rem. Tidak perlu terlalu sering menggeser kendaraan untuk mencari bagian jalan yang lebih aman. Perjalanan terasa lebih tenang.
Pemandangan itu kini terlihat di sejumlah bagian ruas jalan nasional yang menghubungkan Peureulak, Langsa, Kualasimpang hingga Perbatasan Sumatera Utara.
Aspal baru membentang di sejumlah segmen. Mesin-mesin berat bekerja menyelesaikan pekerjaan. Lalu lintas perlahan kembali menemukan ritmenya.
Bagi masyarakat, perubahan tersebut bukan sekadar soal jalan terlihat hitam dan mulus.
Ada rasa aman yang kembali.
Ada waktu perjalanan yang lebih terukur.
Dan bagi sebagian orang, ada penghidupan yang ikut bergantung pada kelancaran jalan.




