“Jika Anda sudah berkecimpung di dunia kesehatan, artinya Anda sudah siap untuk melayani masyarakat.”
[Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, Bupati Aceh Tamiang].
DI RUANG yang biasanya dipenuhi suara langkah tergesa para perawat dan dering alat medis, pagi itu Aula RSUD Muda Sedia berubah menjadi ruang refleksi.
Di sana, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan Wakil Bupati Ismail, SE.I, mengumpulkan para dokter umum, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan dari berbagai unit pelayanan.
Tidak ada upacara besar. Hanya sebuah ajakan yang sederhana tapi mendalam, memperbaiki pelayanan kesehatan dari dalam diri.
Beberapa dokter tampak mencatat, sementara sebagian lain menatap lurus ke arah Bupati Armia [mantan jenderal polisi yang kini memilih menakhodai kabupaten di ujung timur Aceh itu].
“Ada beberapa pelayanan yang perlu dibenahi,” ucapnya tenang tapi tegas. “Jika Anda sudah berkecimpung di dunia kesehatan, artinya Anda sudah siap untuk melayani masyarakat.”
Kalimat itu sederhana, namun terasa seperti pesan yang lama ditunggu. Sebab, di balik putihnya jas dokter dan aroma antiseptik rumah sakit, ada beban sistem yang menekan.
Keterbatasan dokter spesialis, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta sistem kerja yang kerap mengandalkan keikhlasan lebih dari keadilan.




