”Kami tidak hanya fokus membersihkan lahan pascabanjir, tetapi juga memastikan sarana pendukung seperti irigasi pompa tersedia agar petani dapat kembali berproduksi dengan baik.”
[Irwan Hadi. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perlindungan Tanaman Distanbunnak Aceh Tamiang].
- Ribuan Hektare Lahan Pertanian Direhabilitasi, Pemerintah Perkuat Pasokan Air Demi Menjaga Ketahanan Pangan dan Mempercepat Pemulihan Ekonomi Masyarakat
BANJIR bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
Selain merusak permukiman dan infrastruktur, bencana tersebut juga menghantam sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama ribuan keluarga petani.
Enam bulan lebih pascabencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat proses pemulihan.
Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah memperkuat sistem pengairan melalui program Bantuan Irigasi Pompa (Irpom) di 70 titik guna mendukung percepatan produksi pertanian dan mengembalikan produktivitas ribuan hektare sawah yang terdampak.
Air Mengalir, Harapan Kembali Tumbuh
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang terus mengakselerasi pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir bandang akhir November 2025.




