Untuk kategori lahan rusak sedang, penanganan dilakukan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang dengan target rehabilitasi seluas 712 hektare.
Hingga 14 Juni 2026, progres pembersihan lahan telah mencapai 428,28 hektare atau sekitar 60,15 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, lahan dengan kategori rusak ringan ditangani melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target seluas 1.961 hektare.
Program tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh kelompok-kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan.
Jika digabungkan, total lahan pertanian yang menjadi sasaran pemulihan mencapai 2.673 hektare, menjadikannya salah satu program rehabilitasi sektor pertanian terbesar pascabencana di Aceh Tamiang.
Pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Satgas PRR, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan lahan yang terdampak.
Sawah Kembali Menghijau
PROGRAM rehabilitasi yang telah berjalan selama enam bulan mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah lahan pertanian yang sebelumnya tertutup material banjir kini kembali produktif.
Di Kecamatan Manyak Payed, misalnya, hamparan sawah yang telah selesai direhabilitasi kembali ditanami padi.
Aktivitas pertanian yang sempat lumpuh akibat bencana perlahan mulai pulih seiring membaiknya kondisi lahan dan tersedianya pasokan air.




