70 Irpom Diturunkan, Aceh Tamiang Kebut Pemulihan 2.673 Hektare Sawah Pascabanjir

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan sawah yang kembali menghijau menjadi simbol bangkitnya harapan masyarakat setelah menghadapi masa sulit akibat bencana ekologis yang melanda wilayah tersebut.

Selain mengembalikan fungsi lahan, keberhasilan rehabilitasi juga diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan daerah yang sempat terganggu serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan

PEMULIHAN sektor pertanian di Aceh Tamiang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Berbagai pihak turut terlibat dalam proses rehabilitasi, mulai dari Satgas PRR, TNI, kelompok tani hingga masyarakat setempat.

BACA JUGA...  PMI dan Dinkes Pijay Gelar Donor Darah

Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Bantuan Irpom yang disalurkan di 70 titik diharapkan menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan air, terutama pada lahan-lahan yang telah selesai direhabilitasi.

Dengan dukungan sarana pengairan yang memadai, ribuan hektare sawah yang sebelumnya terdampak banjir diharapkan dapat kembali berproduksi secara optimal dan menjadi penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.

BACA JUGA...  LEBARAN TANPA TENDA DARURAT

Bagi petani Aceh Tamiang, pemulihan lahan bukan sekadar membersihkan lumpur dan memperbaiki saluran air.

Di balik setiap hektare sawah yang kembali produktif, tersimpan harapan untuk memulihkan kehidupan, menjaga ketahanan pangan, dan menggerakkan kembali roda ekonomi keluarga.

Berita Terkait

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WIB

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Berita Terbaru

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB