Pemandangan sawah yang kembali menghijau menjadi simbol bangkitnya harapan masyarakat setelah menghadapi masa sulit akibat bencana ekologis yang melanda wilayah tersebut.
Selain mengembalikan fungsi lahan, keberhasilan rehabilitasi juga diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan daerah yang sempat terganggu serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan
PEMULIHAN sektor pertanian di Aceh Tamiang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Berbagai pihak turut terlibat dalam proses rehabilitasi, mulai dari Satgas PRR, TNI, kelompok tani hingga masyarakat setempat.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Bantuan Irpom yang disalurkan di 70 titik diharapkan menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan air, terutama pada lahan-lahan yang telah selesai direhabilitasi.
Dengan dukungan sarana pengairan yang memadai, ribuan hektare sawah yang sebelumnya terdampak banjir diharapkan dapat kembali berproduksi secara optimal dan menjadi penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.
Bagi petani Aceh Tamiang, pemulihan lahan bukan sekadar membersihkan lumpur dan memperbaiki saluran air.
Di balik setiap hektare sawah yang kembali produktif, tersimpan harapan untuk memulihkan kehidupan, menjaga ketahanan pangan, dan menggerakkan kembali roda ekonomi keluarga.




