Ketika Jalan Kembali Terang

Pedagang dapat menjangkau wilayah lebih luas. Kendaraan tidak terlalu sering mengalami gangguan akibat kondisi jalan. Distribusi barang pun menjadi lebih lancar.

Di situlah manfaat jalan mulai terasa lebih luas.

Satu jalan dapat menggerakkan banyak aktivitas.

DARI ASPAL MENUJU PERPUTARAN EKONOMI

RUAS Peureulak–Langsa–Kualasimpang–Perbatasan Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam konektivitas wilayah timur Aceh.

BACA JUGA...  Membidik Proyek APBA di Aceh Tamiang, Terealisasikah?

Jalur ini menjadi penghubung pergerakan masyarakat dan barang dari Aceh menuju Sumatera Utara maupun sebaliknya.

Ketika kondisi jalan membaik, arus kendaraan menjadi lebih lancar.

Dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor.

Waktu tempuh dapat lebih efisien. Biaya operasional kendaraan berpotensi lebih terkendali. Distribusi barang menjadi lebih mudah. Pedagang dan pelaku usaha memiliki akses yang lebih baik menuju pasar.

BACA JUGA...  Dari Baret Merah ke Bintang Satu

Efek berantai tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kualitas jalan nasional memiliki arti penting bagi perekonomian daerah.

Jalan yang baik bukan tujuan akhir.

Ia adalah sarana untuk menggerakkan aktivitas lain.

DI BALIK JALAN ADA INVESTASI NEGARA

PERBAIKAN jalan nasional juga tidak terlepas dari penggunaan anggaran pemerintah pusat.

Dalam penelusuran dokumen pemaketan yang dilakukan Komunitas Jurnalis Lingkungan (KJL), terdapat paket penanganan permanen pada ruas Peureulak–Batas Kota Langsa/Aceh Timur–Kota Langsa sepanjang 12,33 kilometer.