“Pangkat dan jabatan adalah amanah negara. Bagi seorang prajurit, kehormatan terbesar bukan pada bintang di pundak, tetapi pada pengabdian kepada bangsa dan rakyat.”
[Brigjen TNI Ali Imran. Danrem 011 Lilawangsa dan Danrindam Kodam IM].
- Perjalanan Panjang Putra Aceh, Ali Imran, Menuju Brigadir Jenderal
DI DUNIA MILITER, bintang di pundak bukan sekadar simbol pangkat. Ia adalah penanda perjalanan panjang yang ditempa oleh disiplin, medan tugas, serta kepercayaan negara. Bagi Brigjen TNI Ali Imran, bintang itu lahir dari perjalanan yang dimulai dari sebuah rumah sederhana di Banda Aceh.
Pagi di Markas Militer
PAGI itu udara Aceh terasa lembap setelah hujan malam. Di halaman markas militer, sejumlah prajurit berdiri tegap mengikuti upacara rutin. Derap langkah sepatu lars terdengar serempak memecah sunyi pagi.
Di antara barisan itu, seorang perwira menatap tenang ke arah tiang bendera. Wajahnya tampak tegas, namun sikapnya tenang. Ia adalah Ali Imran.
Lebih dari dua dekade ia menjalani hidup sebagai prajurit. Dari latihan keras di satuan elite hingga operasi militer di berbagai wilayah, perjalanan itu membentuk karakter kepemimpinannya.
Kini perjalanan panjang tersebut mencapai satu titik penting. Kolonel Infanteri Ali Imran resmi pecah bintang.




