Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Senin, 27 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Junaidi Rusli

Penangkapan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjadi tamparan keras bagi upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.

Ironisnya, sosok yang selama ini dipercaya memimpin perang melawan narkotika justru diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan narkotika, hingga penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan perkara.

BACA JUGA...  Melawan Lupa, Kisah Negeri Empat Mata Angin

Lebih memprihatinkan lagi, penyidik juga mengamankan enam anggota yang bertugas di bawah komandonya serta seorang anggota Polda Aceh. Jika dugaan tersebut terbukti di pengadilan, maka kasus ini bukan sekadar penyimpangan individu, melainkan sinyal adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan, integritas, dan pembinaan aparat penegak hukum.

Bagi masyarakat Tangerang Selatan, kabar ini menghadirkan rasa kecewa sekaligus kekhawatiran. Selama ini, masyarakat menaruh harapan besar kepada Satresnarkoba sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Namun, kepercayaan itu kini terguncang ketika aparat yang seharusnya menjadi benteng justru diduga menjadi bagian dari persoalan.

BACA JUGA...  Politik Bukan Milik Elit :  Pelajaran dari Zohran Mamdani untuk Anak Muda Aceh di Pilchiksung

Narkoba bukan lagi sekadar tindak pidana biasa. Kejahatan ini merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, dan menjadi sumber lahirnya berbagai kejahatan lain. Karena itu, aparat penegak hukum dituntut memiliki integritas yang tidak dapat ditawar. Ketika aparat justru terlibat, dampaknya jauh lebih besar daripada kejahatan narkoba itu sendiri, karena yang hancur bukan hanya korban, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

BACA JUGA...  Jadi Kurir Sabu, Dua Sipir di Lampung Ditangkap

Berita Terkait

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan
Ukom dan Evaluasi Pejabat Aceh Selatan Langkah Cerdas dan Tepat

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB