Oleh: Fajar Darwis TU
Saya sering berpikir, sebenarnya setelah perdamaian Aceh, apa yang harus kita lakukan?
Pertanyaan ini mungkin sederhana. Tapi semakin dipikirkan, jawabannya tidak sederhana.
Kita tahu, Aceh pernah melewati masa konflik yang panjang. Banyak orang yang hidup di masa itu pasti punya cerita masing-masing. Ada yang kehilangan keluarga, kehilangan harta, kehilangan masa muda, bahkan ada yang harus hidup dengan trauma sampai sekarang.
Kemudian datanglah perdamaian.
Perdamaian menjadi sebuah titik penting dalam perjalanan Aceh. Orang-orang yang sebelumnya berhadapan dalam konflik kemudian masuk ke dalam ruang politik dan pemerintahan. Masyarakat juga bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Semua itu tentu harus kita hargai.
Tetapi menurut saya, ada pertanyaan lain yang mulai perlu kita pikirkan.
Setelah perang berhenti, sebenarnya Aceh mau menjadi apa?
Menurut saya, inilah pertanyaan untuk generasi kedua perdamaian Aceh.
Generasi pertama adalah mereka yang mengalami konflik dan ikut memperjuangkan perdamaian. Mereka punya sejarah yang tidak boleh kita hapus begitu saja.
Tetapi generasi setelahnya tidak mungkin terus hidup dengan pertanyaan yang sama.
Bukan lagi hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















