Bukan juga soal siapa yang paling berjasa dalam perjuangan.
Pertanyaan kita sekarang seharusnya lebih sederhana:
Apa yang bisa kita bangun setelah perdamaian?
Saya melihat Aceh sebenarnya punya banyak modal.
Kita punya laut yang luas. Kita punya pertanian, perkebunan, kopi, hutan, pariwisata, budaya dan sejarah. Letak Aceh juga cukup strategis karena berada di bagian paling barat Indonesia dan dekat dengan jalur perdagangan internasional.
Tetapi terkadang saya merasa kita masih terlalu sibuk membicarakan politik, sementara pembicaraan tentang ekonomi jangka panjang belum mendapatkan perhatian yang sama besar.
Misalnya soal industri.
Kenapa Aceh tidak memiliki lebih banyak industri yang mengolah hasil pertanian dan perkebunan sendiri?
Kopi Aceh sudah terkenal. Tetapi jangan sampai Aceh hanya menjadi tempat menanam kopi, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati di tempat lain.
Begitu juga hasil laut dan pertanian.
Kalau hanya dijual sebagai bahan mentah, nilai yang didapat tentu berbeda dengan kalau kita mampu mengolahnya sendiri.
Ini mungkin terdengar sederhana. Tapi justru hal-hal seperti inilah yang menurut saya harus mulai dipikirkan.
Kemudian ada laut.
Selama ini kita sering melihat laut sebagai kekayaan Aceh. Tetapi apakah kita sudah benar-benar menjadikan laut sebagai kekuatan ekonomi?
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















