Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kalau bisa, mereka harus menjadi orang yang membuat teknologi.

Saya juga berpikir, sudah waktunya kita tidak terlalu membebani generasi muda dengan konflik masa lalu.

Sejarah tetap penting.

Perjuangan tetap penting untuk dikenang.

Tetapi sejarah seharusnya menjadi pelajaran, bukan menjadi tempat kita tinggal selamanya.

Generasi muda tidak harus mewarisi semua pertengkaran generasi sebelumnya.

BACA JUGA...  Densus 88 Umumkan Pemenang Lomba Video Kontra Narasi IRET di Aceh

Mereka cukup mewarisi pelajarannya.

Karena pada akhirnya, masyarakat membutuhkan sesuatu yang nyata.

Petani membutuhkan pasar.

Nelayan membutuhkan industri.

Anak muda membutuhkan pekerjaan.

Pengusaha membutuhkan kesempatan.

Dan keluarga membutuhkan masa depan yang lebih baik.

Mungkin inilah yang saya maksud dengan generasi kedua perdamaian Aceh.

Bukan berarti melupakan perjuangan generasi sebelumnya.

Justru sebaliknya, menghargai perjuangan mereka dengan cara melanjutkan apa yang belum selesai.

BACA JUGA...  Lembutnya Zikir Brunei Darussalam Selembut Hati Warganya

Kalau generasi pertama berjuang untuk mengakhiri konflik, mungkin generasi kedua harus berjuang untuk membangun Aceh.

Bukan dengan senjata.

Tetapi dengan pendidikan.

Bukan dengan konflik.

Tetapi dengan ekonomi.

Bukan dengan memperbesar perbedaan.

Tetapi dengan membangun sesuatu yang bisa dirasakan bersama.

Saya kira, sudah waktunya kita mulai mengubah pertanyaan.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB