OPINI  

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Oleh: Barlian Erliadi, S.H., M.AP

PERUBAHAN adalah hukum alam yang tidak dapat dihindari, termasuk dalam dunia media massa. Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Jika dahulu masyarakat menunggu berita dari surat kabar, radio, atau televisi, kini informasi hadir dalam genggaman melalui media sosial, portal berita online, platform video, hingga aplikasi percakapan. Perubahan ini bukan sekadar pergantian saluran komunikasi, melainkan perubahan besar yang menggeser lanskap industri media secara menyeluruh.

BACA JUGA...  Catatan Akhir Tahun: Kebebasan Pers Masih di Persimpangan Jalan

Media massa pernah menjadi satu-satunya penjaga gerbang informasi. Apa yang diketahui publik sangat bergantung pada apa yang dipilih media untuk diberitakan. Namun era digital telah mengubah posisi tersebut. Kini setiap orang dapat menjadi produsen informasi melalui media sosial. Kehadiran influencer, content creator, jurnalisme warga, hingga akun anonim membuat arus informasi semakin terbuka dan tidak lagi didominasi media arus utama. Di satu sisi, kondisi ini memperluas ruang partisipasi publik. Namun di sisi lain, ledakan informasi juga memunculkan tantangan serius berupa penyebaran hoaks, disinformasi, dan polarisasi opini.