Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Irma Ibrahim

“Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala, qanun bak Putroe Phang, reusam bak Laksamana.”

Hadih maja tersebut bukan sekadar rangkaian kata bernilai sastra tinggi, melainkan fondasi filosofis yang sejak berabad-abad membentuk peradaban Aceh. Di dalamnya tersimpan pesan tentang harmoni antara adat, hukum, pemerintahan, dan tata kehidupan sosial masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Quo Vadis Implementasi Kebijakan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah: Potensi dan Pembelajaran dari EITC di Amerika Serikat

Namun hari ini, falsafah agung itu mulai menghadapi tantangan serius. Derasnya arus modernisasi yang masuk tanpa filter perlahan merambah ruang-ruang budaya, menggerus nilai, mengaburkan makna, bahkan mengikis muruah adat yang diwariskan para indatu terdahulu.

Padahal dalam pandangan masyarakat Aceh, adat dan syariat bukanlah dua entitas yang terpisah. Keduanya menyatu dalam prinsip lagee zat ngon sifeut—ibarat zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan. Dari sanalah lahir tata kehidupan yang santun, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai kehormatan.

BACA JUGA...  Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sayangnya, realitas hari ini justru menunjukkan gejala sebaliknya. Modernisasi tidak lagi sekadar menghadirkan kemajuan, tetapi turut membawa budaya instan yang sering diadopsi tanpa pertimbangan nilai lokal. Akibatnya, banyak prosesi adat kehilangan ruh dan makna filosofisnya.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB