Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Distorsi Makna dalam Sakralitas Adat Perkawinan

Salah satu contoh paling nyata dapat disaksikan dalam pelaksanaan adat peukawen (pernikahan adat Aceh). Beberapa tahapan yang dahulu dijalankan penuh kehormatan kini mulai bergeser menjadi sekadar seremoni visual demi gengsi dan kebutuhan dokumentasi media sosial.

Cah Reot: Silaturahmi yang Sarat Adab

Dalam tradisi Aceh, Cah Reot merupakan langkah awal yang penuh kesantunan. Keluarga pihak pria datang bersilaturahmi ke rumah keluarga perempuan untuk membuka komunikasi dan menjajaki kesepahaman secara kekeluargaan.

BACA JUGA...  Rotasi Pejabat, Publik Menunggu Bukti Kinerja

Tradisi ini sejatinya mengedepankan adab, musyawarah, dan penghormatan terhadap keluarga perempuan. Namun kini, nilai kesederhanaan tersebut perlahan memudar akibat budaya seremonial yang lebih menonjolkan kemewahan ketimbang makna.

Tunangan: Dari Musyawarah Menjadi Ajang Pamer

Dalam adat Aceh, prosesi Ba Tanda atau Ba Ranub lazimnya dihadiri keluarga besar pihak pria bersama tokoh-tokoh gampong seperti Geuchik, Imum Gampong, Tuha Peut, serta seorang Seulangke sebagai perantara.

BACA JUGA...  New Psychoaktif Subtances dan Novelty UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Yang menarik, calon Linto Baro justru tidak diperkenankan hadir. Larangan ini memiliki hikmah besar: menjaga kehormatan kedua belah pihak apabila musyawarah tidak mencapai kata sepakat.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB