Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jika tidak ada upaya pelestarian yang serius, bukan mustahil busana warisan indatu ini suatu saat hanya tinggal dokumentasi museum.

Menanti Peran Strategis Majelis Adat Aceh

Kekhawatiran para budayawan dan pegiat budaya Aceh hari ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sebab yang sedang terancam bukan hanya bentuk seremoni adat, melainkan identitas kolektif masyarakat Aceh itu sendiri.

BACA JUGA...  Kota Panton Labu Dikepung Banjir, Siapa Salah?

Karena itu, Majelis Adat Aceh (MAA) bersama seluruh lembaga kebudayaan perlu mengambil langkah lebih konkret dan progresif dalam menjaga keberlangsungan adat serta reusam Aceh.

Edukasi bagi Sanggar Seni

Pelaku seni perlu diberikan pemahaman tentang batas-batas kreativitas dalam tarian maupun desain busana kontemporer, agar inovasi yang lahir tetap berpijak pada nilai syariat dan estetika asli Aceh.

BACA JUGA...  Pilih Pemimpin Pro Rakyat, Bukan Pro Terhadap Kelompoknya

Pembinaan bagi Wedding Organizer dan MC

MAA juga perlu merangkul para pelaku Wedding Organizer (WO) dan pembawa acara yang sering kali kurang memahami tata cara adat Aceh secara utuh. Jangan sampai konsep acara hanya mengejar kemegahan visual tetapi kehilangan ruh budaya.

Sebab pada akhirnya, sebuah pesta yang tampak spektakuler belum tentu mencerminkan kebesaran budaya Aceh.

BACA JUGA...  Banjir Sistemik, Kacaukan Ekonomi Masyarakat 

Budaya Adalah Identitas

MAA memang memegang peranan penting sebagai benteng pertahanan budaya Aceh. Namun perjuangan menjaga adat tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan masyarakat, terutama di tingkat gampong.

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB