Jika tidak ada upaya pelestarian yang serius, bukan mustahil busana warisan indatu ini suatu saat hanya tinggal dokumentasi museum.
Menanti Peran Strategis Majelis Adat Aceh
Kekhawatiran para budayawan dan pegiat budaya Aceh hari ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sebab yang sedang terancam bukan hanya bentuk seremoni adat, melainkan identitas kolektif masyarakat Aceh itu sendiri.
Karena itu, Majelis Adat Aceh (MAA) bersama seluruh lembaga kebudayaan perlu mengambil langkah lebih konkret dan progresif dalam menjaga keberlangsungan adat serta reusam Aceh.
Edukasi bagi Sanggar Seni
Pelaku seni perlu diberikan pemahaman tentang batas-batas kreativitas dalam tarian maupun desain busana kontemporer, agar inovasi yang lahir tetap berpijak pada nilai syariat dan estetika asli Aceh.
Pembinaan bagi Wedding Organizer dan MC
MAA juga perlu merangkul para pelaku Wedding Organizer (WO) dan pembawa acara yang sering kali kurang memahami tata cara adat Aceh secara utuh. Jangan sampai konsep acara hanya mengejar kemegahan visual tetapi kehilangan ruh budaya.
Sebab pada akhirnya, sebuah pesta yang tampak spektakuler belum tentu mencerminkan kebesaran budaya Aceh.
Budaya Adalah Identitas
MAA memang memegang peranan penting sebagai benteng pertahanan budaya Aceh. Namun perjuangan menjaga adat tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan masyarakat, terutama di tingkat gampong.




