Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Maslow Kluet 

PERSOALAN  tambang di sejumlah kabupaten di Aceh,  belakangan ini menjadi isu yang hangat dibicarakan dan menarik perhatian publik seperti di Nagan Raya dan  Aceh Selatan.

Tulisan ini, hanya membahas masalah yang terjadi di Aceh Selatan, karena persoalan tambang tersebut sudah menjadi problem serius  antara kepentingan ekonomi rakyat dengan pengendalian hutan.

BACA JUGA...  Pengangkatan Plt. Direktur PDAM Tirta Naga, Surya Asmadi: Tinjau Ulang Keputusan Bupati 

Dilema itu pula  menjadi PR tersendiri bagi  Pemkab Aceh Selatan. Pada satu sisi WPR harus segera diwujudkan dan pertambangan tanpa izin harus ditertibkan atau dihentikan.

Persoalannya, tidak gampang untuk menyelesaikan dan menghentikan penambangan ilegal tersebut, walaupun dampak yang diakibatkannya melebar hingga memunculkan kelangkaan BBM jenis solar.

Pemandangan menyedihkan terlihat saban hari di sekitar area SPBU Tapaktuan, berbagai jenis kendaraan terparkir di sisi kiri dan kanan badan Jalan Nasional Tapaktuan-Medan dan Tapaktuan-Banda Aceh untuk menunggu pengisian BBM jenis solar.

BACA JUGA...  Aceh Selatan dan Blunder Anggaran, Baru Menjabat, Sudah  Gaduh

Terdapat lebih dari 40 unit excavator yang rutin mengeruk tanah dan bebatuan pada  tebing gunung di hulu sungai untuk menemukan bahan mineral emas, juga  memerlukan BBM. Dua ekses yang muncul sekaligus. Satu sisi, sungai yang  berpunca dari Pegunungan Leuser dan  mengalir melintasi  kecamatan  Kluet Tengah, Kluet Timur, Kluet Utara dan Kluet Selatan itu menguning, di sisi lain terjadi kelangkaan minyak subsidi jeni Solar

BACA JUGA...  Berebut Mengaransemen “Kebenaran”

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Anggota DPRK Asel Kamalul mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD Partai Golkar periode 2026-2031 dan diterima Panitia Musda di Sekretariat Partai Golkar Jalan T. Cut Ali Tapaktuan,  Jumat, (16/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

POLITIK

Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:10 WIB

RAGAM BERITA

Bang Ijeck Dipercaya Jadi Sekjen MPN, Anto Genk: Selamat

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:43 WIB