JAKARTA | MA — Aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 di sekitar Gedung DPR RI memicu perubahan arah percakapan publik di platform X. Isu yang semula didominasi tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi bergeser menjadi kritik terhadap DPR, pemerintah, aparat keamanan, serta persoalan kepercayaan terhadap institusi negara.
Temuan tersebut berdasarkan pemantauan dan web sampling percakapan publik di X yang dilakukan IndexPolitica Indonesia pada 27–30 Agustus 2026.
Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, mengatakan perubahan tersebut bukan hanya menyangkut volume percakapan, tetapi juga objek kritik masyarakat.
“Yang berubah setelah 27 Agustus bukan hanya volume percakapannya, tetapi objek kemarahannya. Percakapan bergeser dari persoalan kebijakan menjadi persoalan institusi,” ujar Denny.
Menurutnya, sentimen negatif paling kuat dalam sampel terlihat terhadap penanganan aparat, kemudian DPR RI dan pemerintah. Namun, ia mengingatkan data tersebut tidak dapat diterjemahkan sebagai persentase opini seluruh pengguna X.
Denny menyebut terjadi pergeseran dari policy criticism menjadi institutional criticism. Sebelum aksi, perhatian publik terutama tertuju pada substansi dan pembahasan RUU Perampasan Aset. Setelah aksi, muncul pertanyaan lebih mendasar mengenai sejauh mana DPR mendengar aspirasi masyarakat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















