SABANG (MA) – BPJS Kesehatan dinilai kurang transparan dan komunikatif dalam merespons konfirmasi wartawan terkait kondisi Taman Budaya Gotong Royong di Kota Sabang yang dinilai belum sepenuhnya sempurna.
Sorotan muncul setelah konfirmasi yang disampaikan salah seorang wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sabang tidak mendapatkan jawaban substantif dari pihak BPJS Kesehatan.
Alih-alih memberikan penjelasan, pesan konfirmasi tersebut justru di-screenshot oleh pejabat bagian Humas BPJS Kesehatan Banda Aceh, Rifqah Sesarina, kemudian dikirimkan kepada wartawan lain. Tangkapan layar itu selanjutnya beredar di kalangan wartawan di Sabang.
Padahal, pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kepentingan publik. Di antaranya mengenai besaran anggaran pembangunan taman, mekanisme pengawasan terhadap kualitas pembangunan, hingga rencana pemeliharaan serta ketersediaan anggaran perawatan.
Sejumlah wartawan di Sabang menilai respons tersebut tidak mencerminkan fungsi humas sebagai pintu komunikasi resmi lembaga kepada publik.
“Kalau memang tidak ada persoalan dalam pembangunan maupun pemeliharaan taman tersebut, seharusnya BPJS Kesehatan cukup memberikan penjelasan berdasarkan data. Bukan malah menyebarkan pertanyaan wartawan,” kata seorang wartawan di Sabang kepada media ini, Rabu (19/8/2026).
Halaman : 1 2 Selanjutnya















