Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[Opini: Dr. Usman Lamreung, MSI]

  • Kericuhan pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh membuka kembali persoalan implementasi MoU Helsinki, UUPA, simbol identitas, dan potensi mobilisasi politik. Siapa yang mengubah forum doa menjadi aksi massa masih membutuhkan pembuktian.

BANDA ACEH seharusnya menjadi pusat peringatan berakhirnya konflik bersenjata Aceh. Pada 15 Agustus 2026, tepat 21 tahun setelah penandatanganan MoU Helsinki, massa berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti zikir dan doa bersama.

BACA JUGA...  Ketua KMA : Kami Ingin Bendera Bulan Bintang Segera Berkibar

Namun, suasana berubah. Simbol yang memiliki kaitan kuat dengan sejarah konflik kembali muncul. Bendera Bulan Bintang dikibarkan setelah Merah Putih diturunkan. Ketegangan meningkat. Massa dan aparat kemudian terlibat bentrokan. Polisi menggunakan semprotan air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Peristiwa itu tidak berhenti sebagai persoalan keamanan. Ia kembali membuka pertanyaan tentang sejauh mana perdamaian Aceh telah menyelesaikan persoalan politik yang menjadi salah satu akar konflik.

BACA JUGA...  Aceh Peringati Hari Damai Dengan Aman

Dari Doa Menjadi Mobilisasi

PERUBAHAN suasana dalam sebuah kerumunan tidak terjadi tanpa proses. Dalam kajian gerakan sosial, mobilisasi massa biasanya dipengaruhi oleh jaringan, kepemimpinan, simbol, narasi, dan momentum.

Penulis : Dr. Usman Lamreung, MSI

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Opini Usman Lamreung

Berita Terkait

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

OPINI

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:46 WIB

NEWS FEATURE

Korem 011 Semarakkan Hut ke-81 RI

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:17 WIB

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB