Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tersebut menjadi penting ketika sebuah momentum yang memiliki nilai sejarah dipertemukan dengan simbol identitas.

Bendera Bulan Bintang bagi sebagian masyarakat memiliki makna sejarah dan politik. Bagi pihak lain, simbol tersebut dipandang sebagai bagian dari masa konflik yang seharusnya ditempatkan dalam kerangka sejarah.

Perbedaan tafsir itulah yang membuat persoalan bendera menjadi sensitif.

BACA JUGA...  Pancasilais vs Kapitalis Liberal

Pemerintah Aceh dan DPRA setelah kericuhan sepakat berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri untuk memperoleh kepastian hukum mengenai Bendera Bulan Bintang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan bendera tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan keamanan. Ada persoalan hukum dan politik yang membutuhkan keputusan serta komunikasi antara Aceh dan pemerintah pusat.

Mencari Aktor Mobilisasi

BACA JUGA...  Bendera Partai Gabthat Berkibar di Kota Banda Aceh

MUNCULNYA dugaan adanya pihak yang menunggangi momentum Hari Damai juga perlu ditempatkan secara hati-hati.

Belum terdapat bukti publik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang atau kelompok tertentu merupakan dalang kerusuhan. Karena itu, istilah “dalang” tidak boleh digunakan sebagai kesimpulan jurnalistik sebelum terdapat bukti yang terverifikasi.

Yang dapat dilakukan adalah menguji proses mobilisasinya.

BACA JUGA...  Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Penulis : Dr. Usman Lamreung, MSI

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Opini Usman Lamreung

Berita Terkait

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

OPINI

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:46 WIB

NEWS FEATURE

Korem 011 Semarakkan Hut ke-81 RI

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:17 WIB

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB