Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PERISTIWA 15 Agustus 2026 memperlihatkan bahwa perdamaian Aceh masih memiliki sejumlah persoalan yang membutuhkan penyelesaian politik dan hukum.

Kericuhan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai kebangkitan konflik. Namun, peristiwa tersebut juga tidak tepat jika hanya dianggap sebagai gangguan ketertiban biasa.

Ada simbol, ada kekecewaan, ada mobilisasi massa, ada respons aparat, dan ada konsekuensi politik.

BACA JUGA...  Rakan Mualem Ajak Masyarakat Aceh Dukung Bendera Bulan Bintang Berkibar

Karena itu, pertanyaan terpenting bukan hanya siapa yang pertama kali bentrok dengan aparat.

Pertanyaan yang lebih penting adalah siapa yang mengorganisasi massa, bagaimana narasi dibangun, kapan simbol politik masuk ke dalam agenda, dan apakah terdapat pihak yang sengaja memanfaatkan momentum tersebut.

Jawabannya harus dicari melalui penyelidikan yang transparan dan dapat diuji.

BACA JUGA...  Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Aceh tidak membutuhkan kembalinya konflik. Aceh membutuhkan kepastian hukum, penyelesaian agenda perdamaian, serta mekanisme politik yang mampu menampung kekecewaan tanpa mengubahnya menjadi kekerasan.

Dua puluh satu tahun setelah MoU Helsinki, ukuran keberhasilan perdamaian bukan hanya tidak adanya perang.

Ukurannya juga terletak pada kemampuan institusi politik menyelesaikan perbedaan tanpa kembali menggunakan jalan konfrontasi.[]

BACA JUGA...  Mari Kita Lawan Korupsi

Penulis : Dr. Usman Lamreung, MSI

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Opini Usman Lamreung

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Kepala cabang dinas pendidikan wilayah Aceh Utara Dr. Muhammad Johan, S. Pd,. M. Pd.

PEMERINTAHAN

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:57 WIB

EKBIS

Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:52 WIB

Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudi Hariyanto saat membaca amanat Panglima TNI pada upacara HUT TNI Ke-80 tahun 2026.

MILITER

Peringatan HUT TNI Ke-80, Veteran Terima Santunan 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:16 WIB

Bupati Aceh Tengah saat terima dana rehab pasar dari pemerintah pusat.

PEMERINTAHAN

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:05 WIB