Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat penegak hukum dapat menelusuri komunikasi sebelum kegiatan, pola keberangkatan massa, sumber atribut, pihak yang membawa bendera, struktur koordinator lapangan, serta rangkaian komunikasi ketika situasi mulai memanas.

Pemeriksaan tersebut penting untuk membedakan antara aksi spontan akibat kekecewaan dan mobilisasi yang telah dirancang sebelumnya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga menilai kericuhan tersebut tidak mencerminkan kehendak mayoritas masyarakat Aceh. Ia mengajak masyarakat menjaga perdamaian dan tidak terprovokasi.

BACA JUGA...  Bendera Partai Gabthat Berkibar di Kota Banda Aceh

Pernyataan JK penting karena ia merupakan salah satu tokoh utama dalam proses perdamaian Aceh. Namun, pandangan tersebut tetap harus ditempatkan sebagai pernyataan seorang narasumber, bukan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kerusuhan.

“Jangan ada provokasi. Perdamaian yang sudah berjalan 21 tahun harus dijaga.”

— Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12.

Posisi Politik Mualem

BACA JUGA...  Pencabutan Izin ACT Tidak Proporsional

KERICUHAN juga memiliki konsekuensi terhadap pemerintahan Aceh di bawah Muzakir Manaf atau Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah.

Mualem memiliki latar belakang sebagai mantan tokoh GAM dan kini memimpin Aceh melalui mekanisme demokrasi. Karena itu, kemunculan kembali simbol-simbol konflik pada masa pemerintahannya dapat menciptakan tekanan politik tersendiri.

Penulis : Dr. Usman Lamreung, MSI

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Opini Usman Lamreung

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB