Belajar Gaya Hidup Pada Bumi

Selasa, 5 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tgk. Muhsin, MA

BUMI  bukan sekadar tempat tinggal manusia, tetapi juga guru yang diam namun bijaksana.

Dalam Islam, segala ciptaan Allah memiliki hikmah dan pelajaran. Bumi dengan segala sistem, keseimbangan, dan kesabarannya mengajarkan kita tentang gaya hidup yang selaras dengan nilai-nilai tauhid, keadilan, dan kesederhanaan.

Islam memandang alam semesta, termasuk bumi, sebagai ayat-ayat Allah (signs of God) yang harus direnungi.

BACA JUGA...  Menunggu Sepak Terjang Gubernur Terpilih Untuk Mengatasi Persoalan Di Aceh

Dalam Al-Qur’an, bumi disebut lebih dari 400 kali, menggambarkan pentingnya peran bumi sebagai medium kontemplasi dan pembentukan akhlak manusia. Seperti ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 164, bumi dengan segala isinya adalah tanda bagi kaum yang berpikir (li qawmin ya‘qilūn).

Dalam Pendidikan Islam,  tidak memisahkan antara pengetahuan dan etika. Dalam konteks ini, gaya hidup yang bersumber dari penghayatan terhadap bumi harus mencerminkan prinsip hikmah (kebijaksanaan), ‘adl (keadilan), dan zuhud (kesederhanaan).

BACA JUGA...  Pilih Pemimpin Pro Rakyat, Bukan Pro Terhadap Kelompoknya

Bumi memberi tanpa meminta, menumbuhkan tanpa pamrih, dan tetap sabar meski sering disakiti. Ini adalah pelajaran eksistensial: bagaimana manusia semestinya hidup bukan sebagai perusak, tetapi sebagai penjaga dan khalifah yang amanah.

Gaya hidup moderen yang konsumtif dan eksploitatif adalah bentuk ketimpangan filsafat hidup yang tidak lagi bertumpu pada kesadaran ketuhanan dan keterhubungan spiritual dengan alam. Filsuf Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali menekankan pentingnya hidup yang teratur, seimbang, dan berorientasi pada tujuan akhir (ghayah) yang lebih tinggi, yaitu keridhaan Ilahi, bukan sekadar kesenangan materi.

BACA JUGA...  Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

OPINI

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:46 WIB

NEWS FEATURE

Korem 011 Semarakkan Hut ke-81 RI

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:17 WIB

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB