Maka, belajar gaya hidup pada bumi adalah kembali pada fitrah hidup secukupnya, mengambil seperlunya, dan memberi sebanyak-banyaknya.
Menanam pohon adalah tindakan filsafat, sebab ia mencerminkan harapan jangka panjang dan cinta terhadap generasi masa depan. Menjaga air dan tanah adalah bentuk kesalehan ekologis yang berakar dari kesalehan spiritual.
Dalam pandangan filsafat Islam, bumi bukan hanya tempat berpijak, tetapi tempat belajar. Ia mengajarkan ketenangan dalam rotasi, kepasrahan dalam ketetapan, dan kebijaksanaan dalam sunyi.
Saat manusia mampu menyerap nilai-nilai tersebut ke dalam gaya hidupnya, ia tidak hanya menjadi bijak, tetapi menjadi manusia yang paripurna (insan kamil). Dan, dia sadar akan posisinya sebagai hamba yang memakmurkan bumi.
Bagi manusia yang sadar terhadap nila insan kamil, maka dia akan belajar pada bumi yang memberikan kehidupan.(*)
Halaman : 1 2















