“Komitmen baru akan mendapatkan legitimasi ketika publik melihat delivery. Publik tidak hanya menunggu pernyataan, tetapi menunggu bukti bahwa janji tersebut benar-benar dilaksanakan,” katanya.
Sementara terhadap pemerintah, percakapan digital dinilai lebih terfragmentasi. Ada kelompok yang mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran, kelompok yang hanya mengkritik kebijakan tertentu, serta kelompok yang tetap memberikan dukungan.
Denny menilai kondisi tersebut menjadi sinyal awal menuju dinamika politik 2029. Isu pemberantasan korupsi, RUU Perampasan Aset, ekonomi, kualitas DPR, demokrasi dan hubungan sipil-aparat berpotensi menjadi arena perebutan narasi politik.
“Pertarungan kandidat 2029 belum dimulai secara formal. Tetapi pertarungan narasinya sudah berlangsung,” ujarnya. (MTU)
Halaman : 1 2















