KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH  | MA — Komunitas Peduli Etnik Aceh (KPEA) menyoroti semakin berkembangnya tren pernikahan modern yang dinilai mulai menggeser sejumlah prosesi dan tata cara perkawinan adat Aceh.

Kekhawatiran tersebut mengemuka dalam seminar kebudayaan bertajuk “Perkawinan Adat Aceh dalam Dinamika Zaman” yang digelar KPEA di Auditorium Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Minggu (30/8/2026).

BACA JUGA...  Pertemuan Politik Pasca Pilkada, Usman Lamreung: Awal Baru untuk Aceh dan Komitmen Pusat

Seminar ini menjadi ruang diskusi untuk melihat bagaimana tradisi perkawinan Aceh dapat tetap dipertahankan di tengah perkembangan industri kreatif, perubahan gaya hidup, serta kuatnya pengaruh media sosial terhadap konsep pesta pernikahan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipandu Irmayani Ibrahim sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof. Dr. Yusri Yusuf, perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Dr. Rahmatillah, sejarawan Aceh Nurdin A.R., serta praktisi wedding organizer (WO) Cut Putri Kausaria.

BACA JUGA...  M. Renaldy Ramadhan Menjadi  Ketua PSI Banda Aceh

Seminar diikuti pemerhati budaya, tokoh masyarakat dan tokoh gampong, serta sejumlah pelaku industri perkawinan di Aceh.

Dalam diskusi, para peserta menyoroti fenomena komersialisasi pesta pernikahan yang semakin berkembang. Pengaruh tren visual di media sosial juga dinilai ikut mendorong pasangan pengantin untuk mengadopsi konsep pernikahan modern tanpa selalu memahami makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap prosesi adat Aceh.

BACA JUGA...  Isi BBM tak Ikuti Regulasi, Dua Pelaku di ‘Cokok’ Polres Atam

Berita Terkait

Belum Genap 2 Tahun, M. Nasir Tinggalkan Kursi Sekda Aceh
Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas
21 Tahun Damai, Komunitas GDA Gelar Kirab Aceh 
Wali Nanggroe: Rawat  dan Jagalah Perdamaian Aceh 
Stafsus Gubernur Aceh Harap Tak Ada Salah Persepsi Soal Bantuan Pertanian Rp 2,5 Triliun
Faisal Rizal: Relawan Berjuang Tanpa Pamrih, SKPA dan BUMD Harus Belajar Menghargai
Gubernur Aceh Paparkan Pertanggungjawaban APBA 2025 di Paripurna DPRA
DPD PSI Pidie Konsolidasi Pengurus 23 Kecamatan, Perkuat Struktur Partai

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Belum Genap 2 Tahun, M. Nasir Tinggalkan Kursi Sekda Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:21 WIB

21 Tahun Damai, Komunitas GDA Gelar Kirab Aceh 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Wali Nanggroe: Rawat  dan Jagalah Perdamaian Aceh 

Berita Terbaru

NANGGROE

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:00 WIB

Saat anggota TNI memadamkan api hutan terbakar.

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan Serambi Award 2026

Minggu, 30 Agu 2026 - 17:35 WIB