Wali Nanggroe: Rawat  dan Jagalah Perdamaian Aceh 

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

BANDA ACEH  | MA — Menjelang peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2026, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak seluruh masyarakat Aceh menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga ketenteraman, serta meneguhkan kembali komitmen bersama dalam merawat perdamaian Aceh.

BACA JUGA...  Kolaborasi Empat Pilar Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan

Dengan tema “Menjaga Perdamaian, Merawat Persaudaraan, dan Membangun Masa Depan Aceh Bersama”, peringatan Hari Damai Aceh diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan perdamaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Wali Nanggroe menyampaikan, tanggal 15 Agustus merupakan salah satu tonggak sejarah paling penting dalam perjalanan Aceh. Pada tanggal tersebut tahun 2005, Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki di Helsinki, Finlandia.

BACA JUGA...  Pertemuan Wali Nanggroe dan Kapolda Aceh, Ini yang Dibahas

Kesepakatan tersebut menjadi titik balik setelah konflik berkepanjangan yang telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat Aceh.

Menurutnya, lahirnya perdamaian merupakan buah dari kebesaran jiwa, keberanian, serta kebijaksanaan para pihak yang memilih dialog sebagai jalan menuju masa depan Aceh.

Berita Terkait

Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Tgk Agam saat konferensi pers terkait tudingan kekerasan

HUKOM

Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Rabu, 9 Sep 2026 - 23:25 WIB

PEMERINTAHAN

Sekda Aceh Barat Pimpin Pra Rapim DAK dan BKK

Rabu, 9 Sep 2026 - 23:00 WIB

PEMERINTAHAN

DPR Setujui RUU Reforma Agraria

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:53 WIB