Ia mengajak masyarakat menjadikan 15 Agustus sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan perdamaian yang telah dilalui. Semangat tersebut diharapkan dapat diteruskan melalui pembangunan Aceh yang adil, inklusif, dan bermartabat.
Wali Nanggroe juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak maupun unsur mana pun yang berpotensi mengganggu stabilitas, menebarkan kebencian, memecah belah persaudaraan, atau mengusik perdamaian yang selama ini telah dijaga bersama.
“Marilah kita menjaga perdamaian, merawat persaudaraan, dan membangun masa depan Aceh bersama. Perdamaian yang telah diwariskan kepada kita harus menjadi fondasi untuk mewujudkan Aceh yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat,” demikian pesan Wali Nanggroe.(R)















