Pelatihan Relawan Covid19 di Aceh Upaya Memutuskan Mata Rantai Cluster Baru

  • Bagikan

 51 total views,  1 views today

Pelatihan Relawan Covid19 di Aceh Upaya Memutuskan Mata Rantai Cluster Baru

BANDA ACEH (MA) – Pelatihan Relawan Covid19 di Aceh Upaya Memutuskan Mata Rantai Cluster Baru; Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak para relawan satgas Covid19 untuk membangun koordinasi dan solidaritas hingga ke pelosok desa.

“Saya berharap, pelatihan relawan hari ini, harus mampu membangun koordinasi dan solidaritas yang lebih baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, juga menjadi bekal ilmu dalam penanganan berbagai bencana alam lainnya di Aceh,” ujar Nova dalam sambutannya di hadapan para relawan.

Kegiatan pelatihan relawan Satgas Covid-19 dihadiri oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini, unsur Forkopimda Aceh, Kepala Pelaksana BPBA dan Kepala SKPA terkait. Selain itu juga hadir Kepala BPBD Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Forum PRB Aceh, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, para Liaison Officer, Fasilitator, dan organisasi relawan di Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 6 Desember 2020 hingga lima hari ke depan diawali dengan pembekalan untuk Liaison Officer dan Fasilitator selama dua hari. Pelatihan ini melibatkan 1.000 warga Aceh yang berasal dari perwakilan tujuh instansi, 13 organisasi kemasyarakatan, 14 kecamatan, dan perwakilan 90 desa atau gampong di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan pelatihan itu juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 di mana para peserta diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak. Kegiatan ini dilakukan menggunakan sistem shift per harinya yang dilaksanakan pada pagi dan siang hari dan terbagi dalam tiga ruangan dalam kapasitas peserta yang telah dibatasi. Selain itu, pada kegiatan ini diberikan pula fasilitas Rapid Test Gratis bagi para peserta kegiatan yang didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

Acara dibuka secara simbolis dengan penyerahan rompi relawan oleh Eny Supartini selaku Direktur Kesiapsiagaan BNPB kepada Gubernur Aceh, Komandan Kodim 0101/BS mewakili Panglima, Wakapolda, serta Bupati Kabupaten Aceh Besar. Dilanjutkan dengan penyematan id card kepada perwakilan relawan dan diakhiri dengan penabuhan alat musik rampai sebagai tanda dibukanya acara. Kemudian, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Eny Supartini, Wakapolda, Dandim, Bupati Aceh Besar, Asisten II dan Kepala SKPA melakukan kunjungan kelas pada kegiatan Pelatihan Relawan Tugas Satgas Penanganan Covid-19.

Maksud dan tujuan pelatihan ini untuk memperkuat satgas Covid-19 dalam menegakkan protokol kesehatan melalui edukasi, sosialisasi dan mitigasi, diharapkan peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan untuk lingkungan keluarga, masyarakat, dan tempat-tempat publik.

Nova menyebutkan, kerja-kerja kerelawanan tak boleh berhenti, karena baik pandemi maupun bencana alam masih terjadi di Aceh. Pemerintah Aceh pun sudah melakukan berbagai upaya dalam memerangi Covid-19 seperti kegiatan Gerakan Masker Aceh (GEMA), Gerakan Tenaga Kesehatan Cegah Covid (GENCAR), dan yang baru saja berlangsung pada 2 Desember kemarin adalah Gerakan Masker Sekolah (GEMAS).

Senada dengan sambutan Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini yang mengungkapkan pandemi Covid-19 ini masih belum selesai sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ia juga mengapresiasi berbagai langkah penanganan Covid-19 yang telah dilakukan Pemerintah Aceh seperti gerakan sejuta masker untuk anak sekolah, paket imun dll.

“Dibutuhkan disiplin pribadi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama menghalau pandemi covid 19 dan inilah saatnya bela negara melawan covid 19, sebagai warga yang bijak tentu menyambut baik dan secara iklas dan penuh kesadaran untuk tetap menjalankan protokol kesehatan” Tandas Eny.

Selanjutnya, dukungan aplikasi inarisk sangat membantu untuk memonitor praktek baik dari para relawan di keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Eny juga mendemokan dihadapan Gubernur Aceh bagaimana penggunaan aplikasi inarisk dan berharap kepala daerah dapat memonitor sekaligus melihat pola kerja para relawan dalam memutus mata rantai Covid-19. [Syawaluddin].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...