Lembutnya Zikir Brunei Darussalam Selembut Hati Warganya

Kamis, 18 Agustus 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Grup Zikir di Kerajaan Brunei Darussalam. Foto: Net
Grup Zikir di Kerajaan Brunei Darussalam. Foto: Net

Bandar Sri Begawan | Bagi masyarakat Aceh Pergi ke Brunei Darussalam tentu belum memuaskan sebelum melihat penampilan Zikir Brunei Darussalam yang sangat lembut namun menghayati dengan irama yang sangat lembut. Ini bertolak belakang dengan zikir Aceh yang dominan keras dikarenakan sifat dan watak masyarakat Aceh yang sedikit keras namun juga tidak kalah saing dalam  menghayati syairnya.

Saya sendiri sangat menyukai lantunan Zikir khas Aceh ini, terbukti selama saya di Brunei Darussalam  menjadi pendamping Majelis Zikir Aceh pimpinan Tgk Abdurazzaq dan yatim berprestasi di undang ke Brunei Darussalam oleh Tgk Muhammad Mat Piah yang merupakan warga Aceh  dan Direktur Establishmen Kesehatan NUR AURA yang sudah bermukim di Negara Brunei Darussalam selama 20 tahun.

Insya allah selama 10 hari jamaah zikir dan anak yatim Aceh ini akan menampilkan beberapa persembahan zikir di berbagai tempat, seperti di rumah rumah warga dan University di Brunei Darussalam, terbukti ketika memberikan persembahan Zikir di Kolej Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan mereka sangat antusias dengan Zikir Aceh ini terlebih lagi sang Rektor Dr. Adnan bin Haji Bashar sangat menyukai lantunan Zikir Aceh, sehingga beberapa peserta zikir ditawarakan untuk diberikan beasiswa di kampus tersebut.

BACA JUGA...  Menanti Nyali Bustami

Brunei Darussalam memiliki group zikir yang di dominasi oleh orang tua sebagai  penzikirsehingga lantunan yang dilafalkan juga lembut. Mungkin saja ini menjadi faktor  kelembutanzikir di Negara Islam Kerajaan Brunei Darussalam  ini,.

Saya sendiri lebih menyukai lantunan zikir yang berasal dari Aceh karena berkalaborasi dengan Rapa Ie geleng, sehingga pengikut Zikir mempunyai semangat yang dalam ketika melakukan Zikir bersama.

BACA JUGA...  Festival Dikee 2022 Sukses, Kadisbudpar Aceh Ajak Milenial Menggelorakan Budaya Zikir

Melihat  kehidupan masyarakat Brunei Darussalam, Rakyatnya yang sangat antusias dengan Zikir dan selalu menjaga bahasa Jawi-nya sebagai idenditi Bangsa Brunei. Terbukti ketika kita berjalan di kota dan di semua syarikah di Brunei mereka  menggunakan  bahasa  Jawi dan setelah itu disusul dengan bahasa Melayu dan bahasa Inggris, ini juga sebuahtan tangan bagi rakyat Aceh agar selalu menjaga indentiti bangsa Aceh seperti kebudayaan lokal, Bahasa Aceh dan sifat rakyat Aceh yang gemar peumulia jamee, sehingga masyarakat memiliki nilai sosial yang sangat tinggi.

Selain menjadi peminat zikir di Asia Tenggara, warga Brunei Darussalam juga terkenal sebagai penderma biasa dikenal dengan sebutan (Muhsisnin)  orang yang suka berbuat baik terhadap sesama seperti menjadi donator untuk sebuah pesantren dan menjadi donatur perseorangan  dalam mebiayai kuliah warga asing yang sedang melanjutkan kuliah di Brunei Darussalam.

BACA JUGA...  Menunggu Sepak Terjang Gubernur Terpilih Untuk Mengatasi Persoalan Di Aceh

Semogaapa yang diaplikasikan rakyat Brunei Darussalam menjadi panutan bagi masayarakat Aceh seperti menjadi peminat zikir agar menetramkan hati dan menjadi penderma ( muhsinin ) terhadap anak yatim maupun anak-anak yang kurang mampu dari segi financial agar terus di sokong oleh masyarakat yang mempunyai kelebihan harta sehingga tidak selalu berharap kepada pemerintah yang belum bisa adil dalam mengatur dan memberi pelayanan terhadap warganya.

Penulis: Jufriadi, Mahasiswa Aceh yang sedang melanjutkan pendidikan kesarjanaan di Unissa Brunei Darussalam   dan  deputi luar negeri GAMNA Aceh  (Geurakan Aneuk Muda Nanggroe Aceh) melaporkan dari Brunei Darussalam.

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB

Petugas melayani beberapa warga yang membeli paket pasar murah di Gerai KDMP Gampong Air Pinang Tapaktuan, Senin, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

EKBIS

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:58 WIB

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB