Oleh: Farid Wajidi
SEMAKIN dekatnya waktu kembali bupati non-aktif Mirwan MS dari Jakarta, suasana politik Aceh Selatan seakan berbalik arah.
Dari yang selama ini terus menyebar issue pemakzulan, kini mulai mereda dan bahkan lebih cendrung diam.
Kenapa? Karena dengan kembalinya H. Mirwan MS (HMS) Mirwan sebagai Bupati Aceh Selatan terpilih tentunya langkah awal akan membersihkan birokrasi pemerintahan yang “kotor” dari virus politik. Hal ini, tentu tidak sehat secara politis maupun kemasyarakatan.
Di lingkungan birokrasi pun mulai terasa kasak kusuk pejabat eselon menyusul pernyataan Plt. Sekda Diva Samudra Putra di media massa bahwa sebanyak 17 SKPK akan mengikuti Ukom (uji kompetensi) dan 4 SKPK akan di evaluasi.
Pernyataan ini cukup menggemparkan publik dan banyak dari pejabat eselon II mulai mencari cari tempat berlindung dari badai mutasi ini.
Diva Samudra Putra, S.E, M.M sekaligus ditunjuk sebagai ketua Pansel yang melaksanakan prosesi birokrasi itu.
Terlaksananya Ukom dan Evaluasi di jajaran pemerintahan Aceh Selatan, akan membawa dampak yang positif pada roda pemerintahan di masa depan untuk menghasilkan energi, loyalitas dan efektivitas kerja baru sehingga pembangunan Aceh selatan akan bergerak dengan cepat dan terukur.



