“Pembangunan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi merupakan upaya nyata TNI dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”
[Letkol Inf Raden Herman Sasmita].
- Progres capai 7,07 persen, TNI fokus percepat konektivitas dan dorong ekonomi warga di Desa Reje Payung dan Jamat.
PEMBANGUNAN infrastruktur di wilayah terpencil kembali menunjukkan geliat positif. Jembatan Perintis Garuda yang dibangun di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini memasuki tahap ketiga.
Proyek yang digagas oleh TNI ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki Tahap III sejak dimulai pada 6 April 2026, progres pekerjaan fisik tercatat telah mencapai 7,07 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang terlibat di lapangan, termasuk personel TNI dan masyarakat setempat.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam membuka isolasi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





