SAPMA PP Aceh Timur Kecam Keras Lambannya Penanganan Huntara Korban Banjir Pante Labu

Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Aceh Timur.

ACEH TIMUR | MA  — Ketua Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Aceh Timur, Raja Abdul Razzi, melontarkan kecaman tegas terhadap lambannya penanganan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Menurutnya, sangat tidak manusiawi apabila ratusan warga masih harus bertahan hidup di bawah terpal dan tenda darurat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

BACA JUGA...  Haji Roswin Dikukuhkan Jadi Ketua PD-IPHI Aceh Singkil

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan pascabanjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Ini bukan lagi soal administrasi atau teknis pembangunan. Ini soal kemanusiaan. Tidak pantas rakyat dibiarkan berlebaran di bawah terpal sementara janji pembangunan huntara terus digantung tanpa kepastian,” tegas Raja dalam pernyataan resminya pada Rabu (4/3/2026).

BACA JUGA...  Gubernur Aceh Ikuti Retret Kepala Daerah se-Indonesia di Akmil Magelang

Dirinya menyebutkan, bahwa masyarakat korban banjir telah cukup bersabar menunggu realisasi 204 unit huntara yang dijanjikan. Namun hingga kini, sebagian besar bangunan masih dalam bentuk kerangka dan belum layak huni. Kondisi ini, kata dia, semakin memperparah penderitaan warga yang menjalani ibadah puasa di tengah keterbatasan.

“Jangan jual harapan kepada rakyat kecil. Jika memang ada kendala anggaran atau teknis, sampaikan secara terbuka. Transparansi itu penting agar masyarakat tidak merasa dibohongi,” ujarnya lantang.