WiKA Perkuat Keselamatan dan Libatkan Warga dalam Pemulihan Aceh Tamiang

“Safety briefing ini kami lakukan untuk memastikan setiap pekerja memahami risiko di lapangan, mengetahui langkah pencegahan, dan pulang dalam keadaan selamat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.”

[Zulham Efendi, Foreman di WiKA].

  • Safety briefing dan pelibatan tenaga kerja lokal menjadi strategi terpadu mempercepat rehabilitasi pascabencana sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA...  'Abi’ Ilegal dan ‘Sengkuni’ Mafia Proyek

SORE ITU, Jumat, 17 April 2026, halaman Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karang Baru, Aceh Tamiang, dipenuhi pekerja yang baru saja menuntaskan aktivitas pembersihan lumpur.

Sepatu mereka masih berbalut tanah basah, sementara alat berat terparkir di kejauhan.

Di tengah suasana tersebut, Foreman di PT Wijaya Karya (WiKA), Zulham Efendi, berdiri bersama tiga personel Health, Safety, and Environment (HSE).

Mereka menutup hari kerja dengan satu pesan yang tak bisa ditawar [keselamatan].

BACA JUGA...  Bupati Aceh Utara Ayah Wa Ajukan Anggaran Stimulan Tahap II ke BNPB RI

PT Wijaya Karya (WiKA) terus memperkuat budaya keselamatan kerja di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan safety briefing atau toolbox meeting secara rutin di lokasi kerja.

Kegiatan tersebut digelar setelah jam kerja usai, ketika para pekerja telah menyelesaikan tugas pembersihan material lumpur di berbagai titik.