WiKA Perkuat Keselamatan dan Libatkan Warga dalam Pemulihan Aceh Tamiang

Jumat, 17 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan alat-alat tersebut menjadi bagian dari upaya pembersihan lumpur yang hingga kini masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

Kearifan Lokal dan Pemulihan Ekonomi

DI BALIK upaya teknis pembersihan, terdapat strategi yang menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

WiKA tidak hanya berfokus pada percepatan rehabilitasi fisik, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi melalui pelibatan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA...  DARI LUMPUR KE HARAPAN; JALAN PANJANG PEMULIHAN ACEH TAMIANG

Zulham menyebutkan, hingga April 2026, kegiatan pembersihan fasilitas umum telah menjangkau ratusan titik di Kabupaten Aceh Tamiang.

Lokasi yang dibersihkan mencakup pesantren, gedung sekolah, perkantoran di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), serta jaringan drainase.

Skala pekerjaan yang luas tersebut membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Sekitar 600 orang dilibatkan dalam kegiatan ini, dan seluruhnya merupakan warga lokal Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Menariknya, para pekerja tersebut bukan sekadar tenaga kerja biasa. Mereka adalah penyintas yang terdampak langsung oleh bencana banjir bandang.

Dengan demikian, proses pemulihan tidak hanya dilakukan untuk masyarakat, tetapi juga oleh masyarakat itu sendiri.

Zulham menegaskan bahwa kebijakan merekrut tenaga kerja lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengedepankan kearifan lokal.

BACA JUGA...  DSP DISOSIALISASIKAN, BANDAR MULIA JADI TITIK AWAL

“Semua tenaga kerja merupakan putra daerah Aceh Tamiang. Setidaknya, ini menjadi bagian dari upaya kita mengurangi pengangguran pascabencana. Para pekerja ini juga merupakan penyintas,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai memiliki dampak ganda. Selain mempercepat proses rehabilitasi, langkah tersebut juga membantu masyarakat mendapatkan kembali sumber penghasilan setelah terdampak bencana.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB