Dari Posyandu ke Panggung Penghargaan; Kerja Sunyi Aceh Tamiang Lawan Stunting

Kerja Sunyi Aceh Tamiang Lawan Stunting. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Ist].

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan komitmen dalam percepatan penurunan stunting. Harapan kita, generasi muda Aceh Tamiang tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara.”

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I

GELARAN GEMERLAP penganugerahan penghargaan di Aula Kantor Gubernur Aceh, Senin lalu, 6 Oktober 2025, tak seindah ketika menerima, sebaliknya ada kisah panjang heroik tentang kerja-kerja senyap, lahir dari pelosok kampung di Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  PKK Aceh Tamiang Ciptakan Generasi Emas Pada Tahun 2045

Ketika Wakil Bupati Ismail, SE.I melangkah ke panggung untuk menerima predikat Terbaik III dalam Percepatan Penurunan Stunting se-Aceh Tahun 2024, tepuk tangan pun mengiringi bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan pengakuan atas kerja kolektif dilakukan tanpa banyak sorot kamera.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tapi milik seluruh masyarakat, para tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga tokoh-tokoh desa yang terus bekerja di lapangan,” ujar Wabup Ismail dengan mata berbinar usai menerima piagam penghargaan dari Plt. Asisten I Sekda Aceh, Syakir.

Pernyataan itu terasa tulus. Sebab di lapangan, perjuangan melawan stunting bukanlah cerita tentang program besar dan data statistik semata, melainkan tentang ibu-ibu yang rela berjalan berjam-jam ke posyandu, tentang bidan desa dengan sabar mengedukasi keluarga muda dan tentang anak-anak kecil yang kini tumbuh lebih sehat daripada generasi sebelumnya.