Pak Nir Angkat Bicara Pada Acara Musda DPD Partai Demokrat Aceh 

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Ketua DPS Partai Demokrat Aceh Tengah H. Ismail alias Pak Nir.

Mantan Ketua DPS Partai Demokrat Aceh Tengah H. Ismail alias Pak Nir.

TAKENGON | MA —  Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tengah H. Ismail atau yang akrab disapa Pak Nir, melontarkan pernyataan keras menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh.

Pak Nir dengan serius angkat bicara dan mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyeret nama dan dukungan ulama ke dalam kontestasi politik internal partai hanya untuk kepentingan pencitraan calon tertentu.

“Yang tidak kita harapkan adalah mempolitisasi atau merekayasa dukungan ulama demi kepentingan dan pencitraan pribadi,” tegasnya pada media, Selasa, (21/7).

Ketua DPC Demokrat Aceh Tengah periode 2010-2015 dan 2015-2020 itu menyebutkan dirinya telah mengikuti lima kali Musda Demokrat Aceh sejak era kepemimpinan Mirwan Amir, Nova Iriansyah, almarhum Mawardi Nurdin, kembali Nova Iriansyah, hingga Muslim.

BACA JUGA...  Diantar se-Ribuan Pendukung, Maimul Mahdi dan Nurzahri Berani Tampil Tanpa Dukungan Partai

Karenanya, ia menilai dinamika yang berkembang saat ini harus tetap berpijak pada aturan organisasi, bukan pada narasi yang menyesatkan kader.

Menurutnya, AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat telah mengatur secara jelas syarat pencalonan Ketua DPD. Seorang calon dapat maju sepanjang memperoleh dukungan tertulis sedikitnya 20 persen dari pemilik hak suara di Musda.

“Sepanjang yang saya pahami selama mengikuti proses organisasi, tidak ada aturan yang melarang seseorang maju hanya karena dianggap berasal dari luar struktur sebelumnya. Yang menjadi ukuran adalah memenuhi syarat organisasi,” tuturnya.

Pak Ismail juga meluruskan narasi yang berkembang mengenai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.

Ia menegaskan bahwa penyebutan Sayuti sebagai “orang luar” atau kader eksternal tidak sesuai dengan fakta.

BACA JUGA...  Panitia DOB Kota Panton Labu: Selamat Kepada Mualem-Dek Fadh dan Ayah Wa-Panyang 

“Perlu saya garis bawahi, Dr. Sayuti Abubakar sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat sejak tahun 2023. Jadi narasi seolah-olah beliau baru tiba-tiba masuk Demokrat menurut saya tidak tepat,” katanya.

Ismail menilai munculnya lebih dari satu kandidat justru menunjukkan bahwa demokrasi di tubuh Partai Demokrat Aceh berjalan sehat. Persaingan, katanya, seharusnya diisi dengan adu gagasan dan kemampuan membesarkan partai, bukan saling membangun opini yang berpotensi memecah kader.

Disebutkannya, bahwa seluruh kader tentu mengharapkan doa dan nasihat para ulama. Namun, menurutnya, dukungan ulama seharusnya menjadi energi moral bagi seluruh kader Partai Demokrat dan masyarakat Aceh, bukan diklaim sebagai legitimasi politik bagi satu figur tertentu.

BACA JUGA...  Armia Pahmi ikuti Retret Kepemimpinan di Akmil Magelang Selama Sepekan

“Kita semua menghormati ulama. Siapa pun yang nanti memimpin Demokrat Aceh harus tetap meminta nasihat para ulama dan tokoh masyarakat. Tetapi jangan membawa-bawa nama ulama untuk kepentingan politik praktis atau pencitraan pribadi,” ucapnya.

Di sisi lain, Pak Nir memberikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Rian Syaf, yang dinilainya telah menjalankan amanah organisasi dengan mempersiapkan pelaksanaan Musda VI.

Ia berharap Musda yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 dapat berjalan demokratis, tertib, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kader.

“Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu merangkul semua pihak dan membawa Partai Demokrat Aceh menjadi lebih besar. Jangan sampai Musda justru meninggalkan luka di internal partai,” tutupnya. (AR)

Berita Terkait

Ketua Fraksi NasDem Novi Rosmita  Diduga Terlibat Aktif MBG, Partai Harus Bersikap
Sahabat Presisi Ingatkan Risiko Politisasi di Balik Isu Pergantian Kapolri
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Aceh Tengah Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
Partai Aceh Satukan Langkah Politik Lewat Bimtek di Bireuen
DPD PSI Pidie Konsolidasi Pengurus 23 Kecamatan, Perkuat Struktur Partai
Eks Kombatan GAM Ramai Hijrah ke Partai Nasional
PPP Aceh Tengah Gelar Muscab X, Tim Formatur Disiapkan Susun Kepengurusan Baru
Dari Ujung Barat Negeri, SIGAP Luncurkan Semangat Persatuan Menuju Indonesia Maju

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Ketua Fraksi NasDem Novi Rosmita  Diduga Terlibat Aktif MBG, Partai Harus Bersikap

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Sahabat Presisi Ingatkan Risiko Politisasi di Balik Isu Pergantian Kapolri

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Aceh Tengah Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:17 WIB

Pak Nir Angkat Bicara Pada Acara Musda DPD Partai Demokrat Aceh 

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:55 WIB

Partai Aceh Satukan Langkah Politik Lewat Bimtek di Bireuen

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB