Langkah Kolektif, Hasil Nyata
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di bawah kepemimpinan Bupati Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan Wabup Ismail, SE.I telah membuktikan keberhasilan mereka, menurunkan angka stunting.
Dan itu tidak dicapai hanya dengan kebijakan di atas meja.
Ia membutuhkan kesungguhan lintas sektor [dari Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Puskesmas, hingga aparatur desa] terintegrasi dalam satu visi [membangun generasi Aceh Tamiang yang sehat dan berdaya].
“Komitmen ini akan terus kita perkuat. Intervensi gizi, edukasi kesehatan keluarga dan peningkatan akses layanan dasar menjadi prioritas agar anak-anak kita tumbuh tanpa hambatan gizi,” tegas Bupati Armia dalam pernyataannya yang dibacakan usai penyerahan penghargaan.
Pendekatan Aceh Tamiang dinilai konsisten dan terukur. Tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial, pemerintah daerah juga mendorong pendampingan intensif terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) — masa krusial yang menentukan tumbuh kembang anak.
Dari Desa ke Banda Aceh: Cermin Perubahan Nyata
Keberhasilan ini juga menjadi simbol perubahan cara pandang. Jika dulu stunting dianggap semata urusan kesehatan, kini masyarakat Aceh Tamiang mulai menyadari bahwa persoalan ini adalah soal masa depan daerah.




