Dari Posyandu ke Panggung Penghargaan; Kerja Sunyi Aceh Tamiang Lawan Stunting

Kerja Sunyi Aceh Tamiang Lawan Stunting. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Ist].

Posyandu bukan lagi tempat timbang bayi semata, tetapi ruang pembelajaran dan kebangkitan kesadaran gizi keluarga.

Dari Desa Sungai Liput hingga Tualang Cut, para kader posyandu kini menjadi ujung tombak perubahan sosial.

Mereka tidak hanya mencatat berat badan dan tinggi anak, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya asupan gizi, pola makan seimbang, dan sanitasi lingkungan.

BACA JUGA...  Hari Terakhir, Cabor Panjat Tebing Masih Perebutkan 3 Medali Emas

“Anak-anak ini adalah harapan kita. Tidak ada pembangunan yang berarti jika generasi penerus kita tumbuh lemah,” ucap Wabup Ismail, suaranya lirih namun penuh keyakinan.

Penghargaan Menyala dari Akar

Predikat Terbaik III bukan sekadar angka dalam daftar peringkat, melainkan pengingat bahwa perubahan sejati dimulai dari bawah; dari dapur-dapur sederhana, dari pelukan ibu, dan dari dedikasi petugas kesehatan di ujung pelosok.

BACA JUGA...  KPA Singkil Komit Rawat Perdamaian Aceh

Bagi Aceh Tamiang, penghargaan ini adalah bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Karena di setiap senyum anak yang tumbuh sehat, tersimpan janji bahwa perjuangan melawan stunting bukan akan berhenti di podium penghargaan [tetapi terus menyala di setiap hati yang peduli]. [].