OPINI  

Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengenakan baju Korpri berbincang dengan pejabat birokrasi dalam satu acara.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Oleh: M.Nazari Syam

VISI dan Misi Pemerintahan Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) adalah “terwujudnya Aceh bermartabat, maju dan Islami” mengiringi  perjalanan kepemimpinannya.

Hasilnya, sudah menunjukkan pencapaian sebagaimana  yang sudah dinyatakan menjadi komitmen bersama rakyat Aceh ketika kampanye, tahun 2024 yang lalu.

Di awal-awal kepemimpinan pemerintahannya, langsung mendapat tantangan menyangkut “martabat rakyat Aceh” terkait empat  pulau yang disengketakan dengan Sumatra Utara yang kemudian  berhasil dikembalikan lagi menjadi milik Pemerintahan Aceh.

BACA JUGA...  Rakyat Bireuen Jangan Terbuai Janji Manis Bacalon Bupati 

Atas dukungan Presiden Prabowo, tanpa harus berkonflik secara prontal, ke-4 pulau itu menjadi milik Aceh.

Gaya kepemimpinan yang lembut namun tegas dan tidak “syeh-syoh”  membuktikan kemampuan yang mumpuni sebagai mantan panglima gerilyawan GAM di masa lampau.

Jejak diplomasi yang dilakukan oleh mualem tidak berhenti di situ saja, Beliau membuat pendekatan dengan kementrian untuk membantu masyarakat korban bencana, selain tanpa mengenal lelah turun langsung ke lokasi bencana siang dan malam

BACA JUGA...  BSI: Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan!

Keberhasilan lainnya dibidang kinerja penyelenggaraan pelayanan publik masuk 8 besar nasional dengan indeks 4,56 katagori A.

Sebuah pencapaian yang prestisius diakomodirnya pengangkatan ASN P3K paruh waktu sebanyak 5.486 orang yang menjadi mimpi indah para honorer dan pegawai kontrak di seluruh Aceh.