“Kami ingin menghadirkan kegembiraan yang menyejukkan, menjadi obat pelipur lara bagi masyarakat kita yang baru saja melewati ujian bencana alam banjir dan longsor.”
[Brigjen TNI Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa]
- Sebanyak 1.700 pelari dari Aceh, Sumatra Utara, hingga Kenya memadati Lhokseumawe. Di balik kompetisi 5K, Korem 011/Lilawangsa menghadirkan olahraga sebagai ruang pemulihan psikologis, kebersamaan, dan penggerak ekonomi masyarakat.
MINGGU pagi, 9 Agustus 2026, Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh, berubah menjadi ruang perjumpaan ribuan orang.
Bukan sekadar tempat berkumpulnya para pelari. Di sana, semangat kompetisi berpadu dengan kegembiraan warga yang datang bersama keluarga.
Tawa, sorak-sorai, musik, dan derap langkah peserta menyatu dalam sebuah perayaan yang membawa pesan sederhana: setelah melewati masa sulit, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali tersenyum.
Sebanyak 1.700 pelari mengikuti Lilawangsa Run 2026. Mereka datang dari berbagai daerah di Aceh dan Sumatra Utara. Bahkan, seorang pelari asal Nairobi, Kenya, ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.
Di lintasan 5 kilometer, mereka bersaing mengejar waktu dan posisi terbaik. Di luar lintasan, ribuan warga menikmati suasana Merdeka Fest yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.




