MENYUSURI PUING, MENGGENGGAM HARAPAN

Armia Pahmi dan AHY

“Selama saya diberi amanah, tidak akan saya biarkan rakyat tinggal di rel kereta api sebagai rumah. Air bah telah meruntuhkan banyak hal, Tapi tidak akan meruntuhkan semangat kami untuk berjuang.”

[Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

  • Geliat Bupati Armia Pahmi Membangunkan Aceh Tamiang dari Kelamnya Bencana Ekologi
BACA JUGA...  Beri Kesempatan Badan Usaha Kelola Sumur Minyak di Aceh

PAGI itu, 10 Desember 2025, halaman Komplek Perkantoran Bumi Muda Sedia belum sepenuhnya pulih dari bau lumpur yang menyengat. Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang menyusuri puing genggam harapan untuk bangkit dan menyulam wilayah yang retak.

Sisa-sisa air bah masih menempel di dinding gedung. Tapi di tengah jejak muram itu, satu rombongan besar tiba; Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

BACA JUGA...  Komisi I DPR Aceh: Distribusi Logistik Harus Berlanjut, Meski Tanggap Darurat Berakhir

Di gerbang utama, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi berdiri menyambut. Wajahnya tampak lelah, tetapi tatapannya tidak pernah padam—seperti seseorang yang sudah terlalu sering berjaga namun enggan menyerah.

Alhamdulillah, kami mengapresiasi komitmen dan janji Pak Menko…,” ucapnya dengan nada terukur. Tapi bagi mereka yang menyimak baik-baik, ungkapan itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah harapan yang sedang ia titipkan untuk 216 desa yang kini porak-poranda.