MENYUSURI PUING, MENGGENGGAM HARAPAN

Armia Pahmi dan AHY

Bantuan Kemenkes dan RSUP H. Adam Malik mempercepat proses normalisasi. Dokter-dokter ahli dikerahkan, alat portabel dikirim, generator tambahan dipasang.

RSUD pun kembali menyala—dan dengan itu, nyawa kembali memiliki peluang untuk diselamatkan.

POLRI MEMBUKA TENDA-TENDA SEHAT.

DI HALAMAN Polres Aceh Tamiang, tenda pengobatan gratis Biddokkes Polda Aceh berdiri sejak hari-hari awal bencana. Masyarakat yang mengalami batuk, ruam kulit, hingga diare antre dalam barisan rapi.

BACA JUGA...  SAAT AIR TAK LAGI JINAK

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat di tengah situasi darurat,” kata Kombes Joko Krisdiyanto.

Bupati Armia beberapa kali datang ke posko ini. Baginya, kesehatan bukan urusan pinggiran. “Layanan medis harus berjalan, bantuan harus sampai, tidak boleh ada warga yang kehilangan nyawa hanya karena akses tertutup,” begitu pesan beliau kepada tim medis.

BACA JUGA...  MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

TANJUNG MANCANG — SEPAKAT YANG TERBELAH

DESA Simpang Kanan dan Tanjung Mancang adalah salah satu titik paling parah terdampak. Rumah warga terseret banjir, bahkan sebagian bergeser jauh dari tapaknya.

Di Dusun Sepakat, tenda-tenda darurat berdiri di jalur rel kereta api—satu-satunya tempat yang tersisa aman.

“90 persen rumah rusak parah… 200 jiwa mengungsi,” kata Datok Penghulu Azhar.

Sementara Syamsuri [Anto Botol] mengungkapkan dengan suara serak, “Kami tak sempat selamatkan apa pun. Semua hanyut.”