Bupati Armia beberapa kali turun ke lokasi ini, berjalan di antara warga, mendengar langsung cerita kehilangan yang tak bisa diringankan oleh kata-kata.
Di sinilah ia mengucapkan kalimat sederhana yang membuat beberapa ibu menitikkan air mata;
“Saya tidak akan biarkan kalian tinggal lama di rel ini. Kita pindah, kita bangun ulang. Bersama.”
BUPATI ACEH TAMIANG IRJEN POL (P) DRS. ARMIA PAHMI, MH
“Kami tidak sedang membangun kembali apa yang rusak—Kami sedang membangkitkan harapan rakyat yang hampir tenggelam.”
“Pemulihan ini bukan tentang cepat atau lambat, Tetapi tentang memastikan setiap warga kembali berdiri tanpa tertinggal. Saya tidak ingin ada satu pun keluarga Aceh Tamiang yang merasa sendirian menghadapi bencana ini.”
DI BAWAH LUKA, ADA GELIAT PEMULIHAN.
PEMULIHAN Aceh Tamiang bukan sekadar pemulihan pascabencana. Ia adalah kerja besar untuk merawat kembali sebuah daerah yang secara ekologis sudah lama rapuh.
Ada hutan yang hilang, ada tanggul yang menyempit, ada rawa yang berubah menjadi perumahan. Semua itu kini menagih perbaikan yang tidak bisa lagi ditunda.
Kepemimpinan Bupati Armia Pahmi terlihat bukan hanya pada masa krisis, tetapi pada keberaniannya menyiapkan rekonstruksi jangka panjang—penataan ulang ruang, normalisasi sungai, hingga pembenahan kawasan rentan.




