“Yang menjadi persoalan bukan semata-mata penurunan nilai investasi, melainkan adanya perbedaan antara pemahaman yang dibangun saat penawaran dengan kenyataan yang saya hadapi setelah 10 tahun menjadi peserta.”
[Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin].
- Mantan Pangdam I/Bukit Barisan Persoalkan Penyusutan Dana Unit Link, Desak OJK Turun Tangan
SELAMA hampir satu dekade, produk asuransi yang dikombinasikan dengan investasi atau dikenal sebagai unit link dipasarkan sebagai instrumen keuangan yang menjanjikan perlindungan sekaligus potensi pertumbuhan dana.
Namun, di balik berbagai ilustrasi keuntungan yang ditawarkan, tidak sedikit nasabah yang mengaku kecewa ketika realisasi investasi tidak sesuai ekspektasi.
Kali ini, sorotan datang dari seorang tokoh militer nasional. Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin mengaku mengalami kerugian signifikan setelah mengikuti program asuransi berbasis investasi yang dipasarkan melalui jaringan perbankan.
Mantan Pangdam I/Bukit Barisan itu menyatakan nilai investasi yang ia harapkan berkembang justru menyusut jauh dari total dana yang telah disetorkan selama 10 tahun.
Kasus ini kembali membuka perdebatan lama mengenai transparansi pemasaran produk unit link, pemahaman nasabah terhadap isi polis, serta efektivitas pengawasan terhadap industri jasa keuangan.




